Sahabat Religi –
Semua manusia bisa berusaha, berikhtiar untuk tujuannya. Ada yang mencapai kesuksesan atas apa yang diniatkannya, ada pula yang tujuannya belum terwujud. Kita bisa meniru usaha orang lain, mengikuti jalannya, mencontoh semangat dan kerja kerasnya, tetapi bisa saja hasilnya berbeda. Sebab Allah telah menetapkan takaran atas segala sesuatu yang kita usahakan. Allah yang menciptakan dan Allah yang menentukan takdir bagi ciptaanNya. Allah maha mengatur dan mengetahui yang terbaik bagi hambaNya.
“Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu dengan ketetapan-Nya, dan Dia menentukan takdir bagi setiap sesuatu.” (Q.S. Al-Furqan:2).
Ayat ini mengandung pesan penting tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan dan penetapan takdir. Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Semua makhluk, objek, dan fenomena diciptakan oleh-Nya. Ini menunjukkan keagungan dan kekuasaan-Nya sebagai Sumber segala penciptaan.
Selain itu, ayat ini menyatakan bahwa Allah menentukan ketetapan dan takdir bagi setiap sesuatu di alam semesta. Tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa pengetahuan dan kehendak-Nya. Semua hal yang terjadi di dunia ini, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, tunduk pada takdir yang telah ditentukan oleh Allah.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita untuk memahami bahwa Allah memiliki kebijaksanaan dan hikmah di balik setiap ketetapan dan takdir-Nya. Meskipun kita mungkin tidak selalu memahami atau menyadari alasannya, kita harus memiliki kepercayaan penuh kepada-Nya dan menerima ketentuan-Nya dengan tawakkal dan keikhlasan.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ayat ini mengajarkan pentingnya tawakkal kepada Allah dalam menghadapi segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Kita harus berserah diri kepada-Nya, mengandalkan-Nya, dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Dalam menghadapi takdir, kita harus tetap bersyukur, sabar, dan percaya bahwa Allah selalu memilih yang terbaik untuk hamba-Nya. (AU).
Wallahu a’lam
